Batu-batu yang Menghadap Kiblatnya
Yurnita buru-buru membersihkan tanah di telapak tangannya untuk menerima sodoran tangan saya. Darah Limapuluh Kota begitu kental di ujung bibirnya, saat saya dengar nada dari kalimat pertama yang diucapkan wanita lokal tersebut. Saya daratkan pantat ke atas rerumputan dan duduk di sampingnya. Dan, anak kecil yang sedang memanjat-manjat batu di depan kami jelas adalah cucu […]













