Puisi

Puisi Christiaan: RAYAKAN! & Puisi lainnya

GALAN

Kau,

aroma yang membuat

hidup tertahankan

wewangian yang membisik

arah pulang

rasa

yang menyambung sejarah

Kau,
kenangan yang tak perlu
dipertahankan mati-matian

cinta dan syukur
selayaknya mengepul
lepas
bebas
menerjang jiwa-jiwa
yang memeram harap

Kau,
jasadmu benih kehidupan
dibawa terbang
oleh burung-burung
bersemai dalam damai

Medan, 2024

RAYAKANLAH!

Tahun-tahun yang sedemikian
menyesakkan dada telah usai
Kau kini asing seutuhnya
Rayakanlah, rayakan!
Sajak tak melulu aku-liris
yang diiris oleh kesepian
Malam ini ia api membakar
hangus kesunyian
Rayakanlah, rayakan!

Toba, 2024

LAMPU JALAN

Apa arti cerita cinta
paling sedih di kota itu bagiku?
Bukankah tidak ada lagi pilihan
selain menikmati sisa-sisa jiwaku
disesap habis oleh kepahitan

Apa arti cerita cinta
paling sedih di kota ini bagimu?
Kau, ya kau!
yang pandai bersiasat melawan hasrat
yang tak ragu menumpulkan rindu

Bukankah telah aku tuang pula ke gelasmu
Turutlah reguk puaskan jiwamu

Bagimu dan bagiku
apa arti butiran gerimis
di bawah temaran lampu jalan?

Jambi, 2024

SEBUT SAJA MEMANG SUDAH
SEHARUSNYA SEPERTI ITU

yang akrab kelak menjadi liyan
gebu idealis jinak perlahan

usai reguk nikmat khianat
tak ada yang tak lumat:
: mimpi, harapan, cinta,
juga benar dan salah

maka jabat tetap erat
sesal jangan beri tempat
sepi semoga masih sahabat

Medan, 2024

LIMBUNG

Gigil menyelusup ke kamarku
tadi malam
Kakiku meraih selimut tipis
yang asyik melorot

Bayangan hari esok
seperti bara di kepalaku
Tanganku membolak-balik bantal
mencari sisi yang sejuk

Kita memang tak bisa
miliki semua dalam satu waktu

Ini bukan soal seimbang
Hidup adalah perjuangan
memusatkan perhatian
pada yang baik-baiknya saja
Menikmatinya,
oh itu butuh keterampilan lagi

Jambi, 2024

Christiaan menulis sajak, esai, cerpen, dan ragam bentuk tulisan lainnya. Buku kumpulan puisinya berjudul Dan Saya Lelah dengan Lelucon-lelucon Saya Sendiri membawanya jadi satu dari lima belas penulis muda-pemula yang diundang ke Balige Writers Festival pada tahun 2023 yang lalu. Buku kumpulan cerpennya berjudul Hidup adalah Keberanian Menghadapi Kenangan terbit pada awal tahun 2024. Dapat disapa di akun instagram @tianhth_ atau melalui surel elora101098@gmail.com
Avatar

admin

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Puisi

Puisi Zainul Dzakwan Arabi: Seorang Buta

ilustrasi: Alfarizi Andrianaldi Aku merabamu Saat tiada pasang mata Tahu kandungi Perisamu pada kenihilan Melihat pasti milik penglihatan Begitu ketaranya
Puisi

Puisi Asa Nirwangga: Merde

    Dengan menyebut nama Tuhan yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. Mengasihi umatnya yang blingsatan sudah sepekan hanya makan