Puisi

Puisi Muhammad Akmal Firmansyah: Episode <3 yang Bukan dengan Aku & Puisi Lainnya

Apakah Aku Akan Lega Mendengar Kau Sudah Menikah?

-terinspirasi dari JKT 48

tidak mungkinlah

aku masih punya angan

tapi kau tak ingin

aku ingin menerobos

hal yang musykil

tapi kau anggap mustahil

aku ingin memegang erat tangan

tapi kau ingin merenggang

aku ingin kau

tapi kau memilih

bukan aku

-2024

Bisakah Aku Menjadi Puisi, Lagu Resepsi Pernikahanmu?

-terinspirasi dari Majelis Lidah Berduri

seret, seretlah aku

dalam kering kemaraumu

seret, seretlah aku

sekam dalam rumahmu

seretlah aku menjadi puisi

yang kau rampas

di tempat tidurmu

seretlah aku,

beri aku mata airmu

biar lega dahagaku

seretlah aku

menjadi puisi

yang tak lagi melamun sendiri

melihat kau menari

dengan bukan aku

belum

belum kering

air mata ini

kemarau panjang

di mana kau?

-2024

Bolehkah Aku Menunda Pernikahan, Sementara Kau Memilih Bukan Aku?

-Terinspirasi dari Doel Sumbang

janur kuning di depan gedung

dan iringan musik

lagu pop Sunda mendengung

kau begitu anggun

memakai kebaya

didandani sangat cantik

oleh MUA ternama.

aku mengingat

kala kau belajar make-up

di tengah antrean

di meja prasmanan

menanti es krim

dan perasaan padamu

yang harusku remas

berkeping-keping

aku datang dengan baju batik

dan sweater hitam

pemberianmu

melamun

menyanyikan lagu

“lamun lain teteh awawena,

kelanaan kudu kawin harita,”

sekarang aku menunda

sementara kau menikah

dengan bukan aku

-2024

Episode <3 yang Bukan dengan Aku

-Terinspirasi lagu-lagu  sedih

aku lagi nyiapin mental. Apabila akan datang suatu hari di mana foto latar biru diposting di insta storymu dan bukan denganku, undangan digital via WhatsApp dengan secuplik pertemuan antara kau dan bukan aku. Aku lagi menunggu momen itu, semoga bisa dilewatinya dengan menangis.

sebelumnya aku melihat kau bersanding dengan memegang bunga dilamar oleh seorang laki-laki yang bukan aku.

Tiba pada suatu masa. Aku merayakan kepedihan, di bawah janur kuning, di mana ada namamu dan bukan aku. Sembari melihat kau berfoto bahagia di atas pelaminan dengan bukan aku.

Dan akan tiba di mana akhirnya kau bersanding dengan bukan aku. Dan aku, bertemu denganmu berjalan kaki menggandeng anak-anakmu serta lelaki yang bukan aku.

kita pernah menjalani begitu banyak waktu, tapi takdir memang asu.

tak ada yang perlu disalahkan, mari kita rayakan dengan sedikit menangis, tapi setiap hari.

-2024

Muhammad Akmal Firmansyah, kelahiran 2000 di Bandung, Jawa Barat.
Avatar

admin

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Puisi

Puisi Zainul Dzakwan Arabi: Seorang Buta

ilustrasi: Alfarizi Andrianaldi Aku merabamu Saat tiada pasang mata Tahu kandungi Perisamu pada kenihilan Melihat pasti milik penglihatan Begitu ketaranya
Puisi

Puisi Asa Nirwangga: Merde

    Dengan menyebut nama Tuhan yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. Mengasihi umatnya yang blingsatan sudah sepekan hanya makan