Puisi Siti Rubaiah A: Hari Raya & Puisi Lainnya

Hari Raya
Sial,
aku bangun terlalu siang.
Tidak ada suara berisik yang mengganggu,
hingga aku terlelap dan lupa waktu.
Aku suka dengan sepi.
Tidak ada Tuan dan Nyonya yang beradu mulut
atau Nona-Nona yang menangis karena berebut boneka.
Tetapi, ini adalah hari orang-orang berkumpul di ruang tamu,
bukan memejamkan mata agar tidak merasa sendiri.
Restu
Api kegagalan melahap dengan ganas
Padahal aku masih berada pada pijakan pertama
Kucoba lagi dan lagi, sampai alas kakiku bau hangus
Berkali-kali dibakar kegagalan
Aroma kegagalan kini menguar ke seluruh tubuhku
Aku sudah lelah dikerjai oleh kegagalan
Ah sial, aku menyesal tidak mendengarkan Ibu
“Jangan lupa bawa sebotol air yang Ibu siapkan di atas meja”
Yang Tersisa
Api membakar diri
hangus menjadi arang
Arang tertiup angin
hingga menjadi berapi-api
Api dibasahi hujan
diterpa angin badai
ia bertahan tak padam
meski hanya tinggal seujung kuku
Siti Rubaiah Al adawiyah
Siti Rubaiah Al adawiyah merupakan mahasiswi Universitas Andalas jurusan Sastra Indonesia. Beberapa karyanya sudah dimuat dalam media online maupun media cetak. Ia bisa diajak berbincang melalui akun instagramnya @sweetbbbii





